Terapi Inhalasi

Terapi inhalasi adalah penggunaan agen inhalasi untuk mengobati penyakit dan kondisi pernapasan. Tujuan terapi inhalasi adalah meningkatkan fungsi pernapasan dan paru-paru untuk mengurangi gejala masalah pernapasan kronis, seperti asma, bronkitis, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), dan emfisema. Terapi juga dapat digunakan untuk mengobati komplikasi pernapasan yang mungkin timbul dari serangan jantung dan stroke.

Pengobatan terapi inhalasi umumnya dikelola oleh spesialis, yang dikenal sebagai ahli terapi inhalasi, yang bekerja di ruang gawat darurat, unit perawatan intensif (ICU), dan bangsal bedah. Beberapa jenis umum dari terapi inhalasi termasuk terapi oksigen, ventilasi mekanik, spirometri insentif, terapi nebulisasi, dan tekanan saluran udara positif berkesinambungan (CPAP).

Bentuk terapi inhalasi tergantung pada jenis dan stadium penyakit pernapasan yang terkait. Terapi oksigen biasanya diresepkan untuk pasien pada tahap lanjut PPOK, karena penurunan oksigen yang parah dalam darah. Pasien biasanya diberikan oksigen melalui penggunaan tabung atau masker hidung. Jenis terapi juga dapat efektif dalam mengobati masalah pernapasan terkait dengan gagal jantung kongestif, sistik fibrosis, dan penyakit paru lainnya.

  • Iodium, Unsur Kelumit Berdaya Ungkit

    Oleh: Ina Kusrini dan Muhamad Arif Musoddaq )* Iodium. Mungkin anda pernah mendengarnya. Di bangku sekolah iodium merupakan unsur halogen, non logam yang berada di deretan no 7 tabel periodik mata pelajaran kimia. Untuk memudahkan dalam menghafalkan siswa bersama F (Fluor),…

  • 15 Pertanyaan HIV/AIDS Yang Wajib Anda Tahu

    Penyakit HIV AIDS di tahun ini semakin merajalela. HIV telah merenggut banyak sekali korban, mulai yang tua, muda, atau bahkan anak-anak. Hal ini mengindikasikan bahwa penyakit HIV memang sangatlah berbahaya. Selain HIV AIDS, ada beberapa penyakit lain yang juga harus diwasp…

  • Kebugaran Tidak Mengurangi Risiko Kematian Orang Gemuk

    Dampak buruk obesitas terhadap kesehatan tidak dapat diimbangi oleh kebugaran aerobik yang tinggi, menurut penelitian baru. Hal ini bertentangan dengan gagasan bahwa kebugaran aerobik dapat mengimbangi dampak kesehatan obesitas. Obesitas meningkatkan risiko sejumlah kondisi…