Kolonoskopi

Kolonoskopi (colonoscopy) adalah suatu prosedur yang memungkinkan seorang pemeriksa (biasanya seorang gastroenterolog) untuk mengevaluasi bagian dalam kolon (usus besar). Kolonoskop adalah tabung panjang yang fleksibel setebal jari yang memiliki kamera dan sumber cahaya di ujungnya. Ujung kolonoskop dimasukkan ke anus dan kemudian dimajukan perlahan, di bawah kontrol visual, ke dalam rektum dan melalui usus biasanya sejauh sekum, yang merupakan bagian pertama dari usus besar.

Kolonoskopi dilakukan karena berbagai alasan. Paling sering prosedur ini dilakukan untuk menyelidiki penyebab darah dalam tinja, nyeri perut, diare, perubahan kebiasaan buang air besar, atau suatu kelainan yang ditemukan pada sinar-X kolonĀ atau tomografi terkomputerisasi (CT scan). Pasien dengan riwayat polip atau kanker usus besar dan riwayat keluarga dengan beberapa jenis masalah kolon yang mungkin terkait dengan kanker usus besar (seperti ulcerative colitis dan polip kolon) mungkin disarankan untuk menjalani kolonoskopi periodik karena risiko mereka lebih besar untuk polip atau kanker usus besar. Seberapa sering mereka harus menjalani kolonoskopi tergantung pada tingkat risiko dan kelainan yang ditemukan di kolonoskopi sebelumnya.

  • Iodium, Unsur Kelumit Berdaya Ungkit

    Oleh: Ina Kusrini dan Muhamad Arif Musoddaq )* Iodium. Mungkin anda pernah mendengarnya. Di bangku sekolah iodium merupakan unsur halogen, non logam yang berada di deretan no 7 tabel periodik mata pelajaran kimia. Untuk memudahkan dalam menghafalkan siswa bersama F (Fluor),…

  • 15 Pertanyaan HIV/AIDS Yang Wajib Anda Tahu

    Penyakit HIV AIDS di tahun ini semakin merajalela. HIV telah merenggut banyak sekali korban, mulai yang tua, muda, atau bahkan anak-anak. Hal ini mengindikasikan bahwa penyakit HIV memang sangatlah berbahaya. Selain HIV AIDS, ada beberapa penyakit lain yang juga harus diwasp…

  • Kebugaran Tidak Mengurangi Risiko Kematian Orang Gemuk

    Dampak buruk obesitas terhadap kesehatan tidak dapat diimbangi oleh kebugaran aerobik yang tinggi, menurut penelitian baru. Hal ini bertentangan dengan gagasan bahwa kebugaran aerobik dapat mengimbangi dampak kesehatan obesitas. Obesitas meningkatkan risiko sejumlah kondisi…