Halitosis

Halitosis adalah bau nafas yang tidak sedap. Halitosis terutama adalah hasil dari fermentasi anaerobik partikel makanan oleh bakteri gram negatif di dalam mulut yang menghasilkan senyawa belerang atsiri seperti hidrogen sulfida dan merkaptan metil. Bakteri penyebab mungkin hadir di area penyakit gingiva atau periodontal, terutama ketika terjadi ulserasi atau nekrosis. Organisme penyebab berada dalam kantong-kantong periodontal di sekitar gigi. Pada pasien dengan jaringan periodontal yang sehat, bakteri ini dapat tinggal di lidah posterior dorsal.

Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap pertumbuhan berlebih dari bakteri penyebab halitosis termasuk penurunan aliran saliva (misalnya, karena penyakit parotis, sindrom Sjögren dan penggunaan antikolinergik. Makanan atau rempah-rempah tertentu, setelah pencernaan juga mengeluarkan zat berbau ke paru-paru yang lalu dihembuskan. Sebagai contoh, bau bawang, jengkol dan petai dapat membuat nafas berbau hingga 2 atau 3 jam setelah dikonsumsi.

  • Iodium, Unsur Kelumit Berdaya Ungkit

    Oleh: Ina Kusrini dan Muhamad Arif Musoddaq )* Iodium. Mungkin anda pernah mendengarnya. Di bangku sekolah iodium merupakan unsur halogen, non logam yang berada di deretan no 7 tabel periodik mata pelajaran kimia. Untuk memudahkan dalam menghafalkan siswa bersama F (Fluor),…

  • 15 Pertanyaan HIV/AIDS Yang Wajib Anda Tahu

    Penyakit HIV AIDS di tahun ini semakin merajalela. HIV telah merenggut banyak sekali korban, mulai yang tua, muda, atau bahkan anak-anak. Hal ini mengindikasikan bahwa penyakit HIV memang sangatlah berbahaya. Selain HIV AIDS, ada beberapa penyakit lain yang juga harus diwasp…

  • Kebugaran Tidak Mengurangi Risiko Kematian Orang Gemuk

    Dampak buruk obesitas terhadap kesehatan tidak dapat diimbangi oleh kebugaran aerobik yang tinggi, menurut penelitian baru. Hal ini bertentangan dengan gagasan bahwa kebugaran aerobik dapat mengimbangi dampak kesehatan obesitas. Obesitas meningkatkan risiko sejumlah kondisi…