Gangguan Orgasme Laki-Laki

Gangguan orgasme laki-laki adalah ketidakmampuan yang persisten atau berulang untuk mencapai orgasme meskipun melakukan kontak seksual lama. Kondisi ini adalah salah satu disfungsi seksual, bersama dengan ejakulasi dini, dispareunia, dan lainnya.

Individu yang terkena gangguan orgasme pria tidak dapat mengalami orgasme setelah fase eksitasi seksual yang normal. Mereka secara teratur dapat mengalami keterlambatan dalam orgasme, atau mungkin tidak dapat mengalami orgasme sama sekali.

Sensasi orgasme pada pria meliputi emisi diikuti dengan ejakulasi. Emisi merujuk pada sensasi akan hadirnya ejakulasi yang dihasilkan oleh kontraksi kelenjar prostat, vesikula seminalis, dan uretra disertai dengan ketegangan otot umum, kontraksi perineum, dan penyodoran panggul. Orgasme diikuti oleh periode resolusi ditandai dengan perasaan relaksasi otot. Selama fase ini, orang mungkin tidak dapat menanggapi rangsangan seksual lebih lanjut, mengalami ereksi, dan orgasme untuk jangka waktu tertentu.

  • No items.