Gangguan Keengganan Seksual

Gangguan keengganan seksual (sexual aversion disorder) adalah gangguan yang ditandai dengan rasa jijik, takut, muak, atau kurangnya keinginan dalam hubungan yang melibatkan kontak kelamin.

Adalah normal bagi setiap orang untuk kehilangan minat aktivitas seksual sesekali, misalnya selama menopause, setelah kelahiran anak, sebelum atau selama menstruasi, selama pemulihan dari sakit atau operasi, dan selama seperti perubahan besar dalam hidup atau stres akibat kehilangan orang yang dicintai, pekerjaan, pensiun, atau perceraian. Gangguan keengganan seksual merupakan ketidaksukaan yang lebih kuat dari itu, ditandai tidak hanya oleh kurangnya keinginan, tetapi juga oleh rasa takut, jijik, muak, atau emosi yang sama ketika penderita gangguan tersebut terlibat dalam kontak kelamin dengan pasangan. Keengganan mengambil bentuk yang berbeda-beda, tetapi mungkin terkait dengan aspek-aspek tertentu dari hubungan seksual, seperti melihat alat kelamin, mencium bau badan atau bau sekresi tubuh pasangannya, dll. Dalam beberapa kasus penderita gangguan keengganan seksual menghindari segala bentuk kontak seksual, yang lainnya mau mencium dan membelai dengan normal sampai terjadi kontak kelamin.

Keengganan seksual dapat seumur hidup (selalu hadir) atau diperoleh setelah pengalaman traumatik situasional (dengan mitra tertentu atau dalam keadaan tertentu) atau umum (terjadi dengan pasangan manapun dan dalam segala situasi). Keengganan seksual dapat disebabkan oleh faktor psikologis atau kombinasi faktor fisik dan psikologis.

  • No items.