Gangguan Disfungsi Seksual

Gangguan disfungsi seksual adalah masalah yang mengganggu inisiasi, penyempurnaan, atau kepuasan seksual. Ada empat fase aktivitas seksual yang diakui secara umum, yang melibatkan respon mental dan fisik dan berlaku untuk pria dan wanita. Fase-fase tersebut secara berurutan adalah:

  • Hasrat: nafsu atau fantasi tentang seks.
  • Keterangsangan: perubahan fisik untuk mempersiapkan tubuh untuk melakukan hubungan dan kenikmatan seksual yang menyertainya
  • Orgasme: respon fisik yang mengarah pada puncak kenikmatan dan pelepasan ketegangan seksual
  • Resolusi: relaksasi fisik disertai dengan perasaan sejahtera dan kepuasan

Gangguan disfungsi seksual dapat terjadi pada masing-masing dari keempat fase. Lebih dari satu gangguan disfungsi seksual dapat muncul secara bersamaan. Ada sembilan disfungsi seksual yang saat ini teridentifikasi:

  • Gangguan hasrat: gangguan hasrat seksual hipoaktif (hypoactive sexual desire disorder) dan gangguan keengganan seksual (sexual aversion disorder).
  • Gangguan keterangsangan: gangguan keterangsangan seksual wanita  (female sexual arousal disorder) dan gangguan ereksi / disfungsi ereksi.
  • Gangguan orgasme: gangguan orgasme wanita, gangguan orgasme laki-laki dan ejakulasi dini.
  • Gangguan nyeri seksual: vaginismus dan dispareunia.
  • Iodium, Unsur Kelumit Berdaya Ungkit

    Oleh: Ina Kusrini dan Muhamad Arif Musoddaq )* Iodium. Mungkin anda pernah mendengarnya. Di bangku sekolah iodium merupakan unsur halogen, non logam yang berada di deretan no 7 tabel periodik mata pelajaran kimia. Untuk memudahkan dalam menghafalkan siswa bersama F (Fluor),…

  • 15 Pertanyaan HIV/AIDS Yang Wajib Anda Tahu

    Penyakit HIV AIDS di tahun ini semakin merajalela. HIV telah merenggut banyak sekali korban, mulai yang tua, muda, atau bahkan anak-anak. Hal ini mengindikasikan bahwa penyakit HIV memang sangatlah berbahaya. Selain HIV AIDS, ada beberapa penyakit lain yang juga harus diwasp…

  • Kebugaran Tidak Mengurangi Risiko Kematian Orang Gemuk

    Dampak buruk obesitas terhadap kesehatan tidak dapat diimbangi oleh kebugaran aerobik yang tinggi, menurut penelitian baru. Hal ini bertentangan dengan gagasan bahwa kebugaran aerobik dapat mengimbangi dampak kesehatan obesitas. Obesitas meningkatkan risiko sejumlah kondisi…